BONTANG - Memasuki hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada Kamis, 16 Juli 2026, SDN 010 Bontang Selatan kembali menghadirkan kegiatan yang tak kalah krusial bagi para murid baru. Setelah sebelumnya berfokus pada kebugaran fisik melalui tes V-Sit dan penguatan karakter lewat edukasi anti-perundungan, agenda hari ini dialihkan pada aspek keselamatan diri serta penanggulangan bahaya. Langkah ini diambil guna membekali peserta didik dengan pengetahuan dasar mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sejak awal melangkah ke Sekolah Dasar.

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan teruji, pihak sekolah menjalin sinergi secara langsung dengan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang. Kehadiran tim ahli kebencanaan ini disambut hangat dan antusias oleh seluruh warga sekolah, mulai dari murid baru hingga jajaran guru. Kerja sama ini dinilai sangat strategis untuk membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi kebencanaan yang dikemas secara interaktif, komunikatif, serta ramah anak. Petugas BPBD memaparkan berbagai jenis potensi bencana alam dan memberikan arahan mengenai sikap utama yang harus diambil saat situasi darurat terjadi, yaitu tetap tenang dan tidak panik. Melalui pendekatan yang menyenangkan, para murid diajarkan cara melindungi area vital tubuh, terutama bagian kepala, saat terjadi ancaman bahaya.
Tak berhenti pada teori, suasana kegiatan menjadi semakin intens saat memasuki tahap simulasi dan latihan tanggap darurat. Ketika sinyal atau aba-aba darurat dibunyikan, para siswa secara refleks mempraktikkan materi yang telah dipelajari dengan mengambil posisi berlindung di bawah meja. Latihan langsung ini bertujuan untuk membentuk respon cepat dan ketangkasan anak, sehingga mereka tahu cara menyelamatkan diri tanpa diselimuti rasa takut yang berlebihan.
Setelah situasi simulasi dinyatakan terkendali, para siswa dipandu untuk mengenali jalur evakuasi yang terpasang di seluruh area SDN 010 Bontang Selatan. Petugas BPBD bersama dewan guru mengenalkan satu per satu simbol keselamatan dan mengarahkan rombongan murid menyusuri rute evakuasi hingga menuju titik kumpul (assembly point) yang aman di halaman sekolah. Pengenalan rute ini sangat penting agar setiap murid paham ke mana harus melangkah saat berada dalam kondisi darurat.
Melalui seluruh rangkaian acara di hari keempat ini, SDN 010 Bontang Selatan menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya ramah dan inklusif, tetapi juga tangguh bencana. Pembekalan keselamatan yang dilakukan bersama BPBD Kota Bontang ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi orang tua murid serta menumbuhkan budaya siaga diri pada siswa sejak usia dini.
@dqreasi