BONTANG – Agenda Diseminasi Pendidikan Lalu Lintas bagi para Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP se Kota Bontang pada Kamis, 17 September 2026 di Aula Pusat Layanan Autis tetap berlangsung produktif. Meskipun pemaparan materi utama dari Dirlantas Polda Kaltim terpaksa ditunda lantaran panggilan tugas mendadak ke tingkat pusat, forum dialihkan menjadi sesi dialog interaktif yang sarat solusi.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Saparudin, S.H., M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Disdikbud, membuka ruang diskusi bagi para pimpinan sekolah untuk menyampaikan kondisi riil keselamatan jalan raya di lingkungan masing masing.

Dalam sesi sharing tersebut, Kepala SDN 004 Bontang Selatan, Usman Ali, menyampaikan keprihatinannya mengenai maraknya murid usia sekolah dasar yang sudah mengendarai sepeda motor sendiri. Beliau secara khusus memohon bantuan pengamanan dan patroli rutin dari pihak kepolisian di kawasan Bontang Lestari yang dinilai rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas.

Kebutuhan pengamanan jalan juga disuarakan oleh Kepala SMPN 5 Bontang, Muhidin. Beliau mengajukan permohonan bantuan penyiapan personel kepolisian untuk membantu penyeberangan para pelajar saat jam rawan datang dan pulang sekolah guna mencegah risiko kecelakaan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, perwakilan Polres Bontang, Ajip, menegaskan komitmen jajarannya untuk menjaga keselamatan para pelajar di jalan raya. Pihak kepolisian siap mengerahkan seluruh staf dan personel Polres Bontang guna memperketat pengamanan serta membantu proses penyeberangan di titik titik sekolah yang rawan.

Mengenai fenomena murid di bawah umur yang membawa kendaraan bermotor, Ajip menyarankan agar pihak sekolah membuat nota kesepahaman tertulis atau surat pernyataan bersama orang tua. Dokumen tersebut menegaskan bahwa sekolah tidak bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut, sekaligus menjadi sarana edukasi keras agar orang tua memprioritaskan untuk mengantar jemput anak anak mereka sendiri.

Melalui dialog terbuka ini, sinergi antara Disdikbud, Polres Bontang, dan jajaran kepala sekolah kian diperkuat demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta membangun budaya tertib lalu lintas sejak dini di Kota Taman. (dqreasi)