BONTANG — Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menegaskan komitmennya dalam merawat dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Upaya nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Literasi dan Numerasi Guru Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bontang Tahun 2026. Bimbingan teknis yang menjadi pilar penting bagi pengembangan kompetensi pendidik ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 26–28 Agustus 2026, dengan mengambil tempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan.
Merespons inisiatif positif tersebut, SDN 010 Bontang Selatan dengan penuh antusias mendelegasikan tiga orang guru kelas terbaiknya untuk menyerap ilmu dan inovasi di arena pelatihan. Ketiga pendidik yang mewakili semangat transformasi sekolah tersebut adalah Ibu Nurlina, S.Pd., Bapak Jemy Bala, S.Pd., dan Ibu RR. Herima Suci Dewayanti, S.Pd.
Hari Pertama: Membongkar Miskonsepsi dan Merancang Strategi Baru
Hari pertama pelatihan, Rabu (26/8/2026), diawali dengan proses registrasi peserta pada pukul 07.30 WITA. Acara kemudian resmi dibuka oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Ibu Saropah, S.Kom., M.A.P. Setelah seremoni pembukaan yang penuh motivasi tersebut, sesi penyampaian materi mulai bergulir dan dipandu langsung oleh narasumber ahli dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Sunarti, M.Pd.
Sesi akademik pertama berjalan dinamis lewat paparan bertajuk "Analisis Hasil Capaian Literasi dan Numerasi Satuan Pendidikan". Melalui sesi ini, para peserta diajak secara kritis untuk menelaah peta kekuatan dan kelemahan belajar siswa berdasarkan data yang ada. Menjelang siang, alur diskusi menukik lebih tajam dengan pembahasan "Konsep dan Dekonstruksi Miskonsepsi Literasi dan Numerasi". Langkah ini dinilai sangat krusial untuk membongkar sekaligus meluruskan berbagai paradigma keliru yang kerap kali membayangi praktik pengajaran di ruang-ruang kelas.
Usai jeda istirahat siang, suasana pelatihan tetap hidup. Sunarti, M.Pd., kembali memantik semangat peserta lewat topik "Strategi Penguatan Literasi dan Numerasi pada Lingkungan Fisik, Sosio-Afektif, dan Akademik". Para guru dibekali wawasan mendalam bahwa literasi tidak sebatas kecakapan membaca teks, melainkan sebuah upaya besar untuk membangun ekosistem sekolah yang holistik, baik secara akademis, sosial, maupun emosional. Rangkaian agenda hari pertama yang padat dan menggugah ini akhirnya memuncak pada sesi praktik "Menyusun Perencanaan Pembelajaran dan Refleksi", sebelum seluruh rangkaian acara rampung pada pukul 17.00 WITA.
Partisipasi aktif dari ketiga guru kelas ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi SDN 010 Bontang Selatan. Pengetahuan serta pengalaman berharga yang mereka bawa pulang nantinya akan segera diimbaskan kepada rekan-rekan sejawat, demi mewujudkan iklim pendidikan yang semakin inovatif dan berkualitas di sekolah.
@dqreasi