BONTANG, — Kepala SD Negeri 010 Bontang Selatan, Bapak Ahmad Fajar Shidiq, M.Pd., secara resmi mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan Belajar Guru se-Kalimantan Timur Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 19 Agustus 2026. 

Berbasis Data Rapor Pendidikan dan Model Kompetensi Guru

FGD yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WITA ini bertujuan untuk menyusun dan merumuskan rekomendasi kebutuhan belajar guru Tahun 2026 yang komprehensif, terperinci, dan kontekstual. Penentuan kebutuhan belajar ini dilakukan dengan menyandingkan data Rapor Pendidikan Daerah Kota Bontang dengan Model Kompetensi Guru berdasarkan Perdirjen GTK Nomor 2626 Tahun 2023.

Berdasarkan analisis data Rapor Pendidikan Kota Bontang Tahun 2026 untuk jenjang dasar dan menengah, terdapat beberapa indikator prioritas yang memerlukan pembenahan segera:

  • Kemampuan Numerasi (A.2): Terdapat 9 satuan pendidikan dengan indikator capaian "Kurang".
  • Kemampuan Literasi (A.1): Terdapat 8 satuan pendidikan dengan indikator capaian "Kurang".
  • Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran (D.2): Terdapat 8 satuan pendidikan dengan capaian yang perlu ditingkatkan.
  • Kualitas Pembelajaran (D.1): Terdapat 5 satuan pendidikan dengan capaian "Kurang".

Peran Strategis Guru Ahli Madya (Level 4)

Dalam FGD ini, Bapak Ahmad Fajar Shidiq hadir mewakili unsur Guru Ahli Madya (Level Kompetensi 4) dari jenjang Sekolah Dasar di Kota Bontang. Sesuai dengan taksonomi Model Kompetensi Perdirjen GTK 2626/2023, pendidik pada jenjang Ahli Madya dituntut untuk memiliki kompetensi utama dalam aspek "Berkolaborasi dengan Rekan Sejawat".

Peran ini mencakup kemampuan mengevaluasi, memformulasikan, serta mendampingi guru lain dalam menerapkan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengakselerasi kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di sekolah.

Rekomendasi Kebutuhan Belajar

Melalui diskusi terarah menggunakan Lembar Kerja (LK) bersama tim moderator BGTK Kaltim, sejumlah rekomendasi prioritas berhasil dirumuskan, antara lain:

  1. Asesmen & Umpan Balik (Subindikator 1.3.2 & 1.3.3): Pelaksanaan asesmen yang berpusat pada peserta didik serta pemberian umpan balik yang efektif terhadap proses belajar siswa.
  2. Pengembangan Diri Adaptif (Subindikator 2.2.1 & 2.2.2): Penguatan kebiasaan refleksi diri guna merencanakan kebutuhan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
  3. Strategi Pembelajaran Literasi & Numerasi (Subindikator 4.3.4): Penggunaan strategi pembelajaran yang terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Melalui keikutsertaan aktif Kepala SDN 010 Bontang Selatan dalam FGD ini, diharapkan hasil rumusan rekomendasi kebutuhan belajar tersebut dapat segera diimplementasikan di lingkungan sekolah maupun di tingkat Kota Bontang, guna mendorong terwujudnya transformasi pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter di Kalimantan Timur.

@dqreasi